ACEH BESAR — Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci bagi TP PKK Aceh dalam mendukung program pembangunan daerah. Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, menegaskan hal itu usai menyambut kedatangan Kapolda Aceh yang baru, Irjen Pol Ruddi Setiawan, bersama istrinya, Sari Ruddi Setiawan, yang juga Ketua Bhayangkari Polda Aceh.
“Selamat datang dan selamat bertugas kepada Pak Ruddi dan Ibu Sari di Bumi Serambi Mekkah. Pemerintah Aceh, termasuk TP PKK Aceh, siap berkolaborasi dan bekerja sama dengan Polda Aceh serta Bhayangkari dalam mendukung berbagai program pembangunan,” kata Marlina di ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.
Tiga Program Prioritas yang Disasar
Marlina menyebutkan, masih banyak pekerjaan rumah yang membutuhkan sinergi antara TP PKK dan Bhayangkari. Tiga fokus utama yang ia soroti adalah penanganan stunting, pengembangan UMKM, dan percepatan pemulihan di wilayah terdampak bencana.
“Banyak pekerjaan yang harus TP PKK dan Bhayangkari kerjakan bersama dalam mendukung suksesnya berbagai program pemerintah, termasuk penanganan stunting, pengembangan UMKM, dan pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Kapolda Baru dengan Pengalaman di Aceh
Irjen Pol Ruddi Setiawan resmi menjabat sebagai Kapolda Aceh setelah dilantik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 4 Juli 2026. Ia menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa purnatugas.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Aceh, Ruddi menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri. Ia bukan orang baru di provinsi ujung barat Indonesia ini; pada 2021, ia pernah bertugas sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh.
Penyambutan dengan Adat Aceh
Setibanya di bandara, Kapolda Aceh beserta istri disambut dengan prosesi adat khas Serambi Mekkah. Rangkaian acara meliputi penyematan ranub lampuan, pertunjukan Tari Ranup Lampuan dan Tari Mundur Saleim Hikmah, serta prosesi peusijuek yang dipimpin oleh Ketua Majelis Adat Aceh, Yusri Yusuf.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Ketua DPRA Zulfadli, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh A. Murthala, Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati, serta sejumlah pejabat Pemerintah Aceh lainnya. Kehadiran para pejabat ini menandai awal sinergi antara Polda Aceh dan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan baru.