ACEH — Thibaut Courtois tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Jelang pertandingan melawan Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Belgia dianggap bukan lagi tim yang disegani. Anggapan itu langsung dipatahkan dengan performa gemilang di atas lapangan.
Komentar Pedas Courtois soal "Minimnya Rasa Hormat"
"Minimnya rasa hormat yang kami terima dalam beberapa hari terakhir. Momen ketika ada yang mengatakan bahwa AS akan mengalahkan kami, bahwa kami bukan lagi tim yang bagus," ujar Courtois kepada Metro.
Penjaga gawang Real Madrid itu justru merasa lebih percaya diri menghadapi AS dibandingkan saat melawan Senegal di fase grup. Menurutnya, Senegal adalah lawan yang lebih berat secara kualitas.
"Saya mengerti bahwa mereka ingin menaikkan moral tim Amerika Serikat, namun saya justru merasa lebih percaya diri. Senegal punya tim yang lebih baik," tegas Courtois.
Dominasi Belgia Sejak Menit Awal
Courtois menegaskan bahwa timnya sudah membuktikan diri sebagai skuad tangguh. "Kami menekan mereka sejak awal," tambahnya. Hasilnya, Belgia menutup laga dengan skor telak 4-1 tanpa memberikan banyak peluang berarti bagi AS.
Perempat Final: Ujian Berat Lawan Spanyol
Di babak delapan besar, Belgia akan berhadapan dengan Spanyol. Courtois menilai laga ini sedikit menguntungkan karena ia sudah terbiasa berduel dengan pemain-pemain La Liga. Namun, tekanan tetap besar mengingat catatan Belgia di turnamen sebelumnya.
Bayang-Bayang Generasi Emas dan Kegagalan 2022
Pencapaian terbaik Belgia di Piala Dunia adalah peringkat ketiga pada edisi 2018 bersama Generasi Emas. Namun, empat tahun kemudian, mereka justru antiklimaks dengan gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2022. Kemenangan atas AS menjadi sinyal kebangkitan yang dinanti publik Belgia.