ACEH — Dunia sepak bola Afrika Selatan kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Jayden Adams, gelandang yang baru saja merasakan panggung Piala Dunia 2026, tutup usia pada Minggu (12/7/2026). Kabar duka ini pertama kali dikonfirmasi oleh Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie.
Menteri Olahraga Konfirmasi Kabar Duka
McKenzie menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama bangsa. Ia menyebut kepergian Adams sebagai kehilangan besar bagi sepak bola Afrika Selatan.
"Bangsa kita berduka bersama keluarganya, rekan-rekan setimnya, dan jutaan pendukung yang menyaksikan perjalanannya dari pemain akademi menjadi penggawa tim nasional," ujar McKenzie dikutip dari BBC.
Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Adams baru saja mewujudkan mimpi besarnya tampil di Piala Dunia 2026 bersama Bafana Bafana. Turnamen empat tahunan itu menjadi penampilan terakhirnya di level internasional sebelum ajal menjemput.
Di usia yang baru menginjak 25 tahun, karier Adams sebenarnya masih panjang. Namanya mulai bersinar di panggung sepak bola dunia, namun takdir berkata lain. Perjalanan hidupnya terhenti terlalu cepat.
Perjalanan dari Akademi ke Tim Nasional
McKenzie dalam pernyataannya menyoroti perjalanan Adams yang inspiratif. Ia memulai karier dari akademi klub lokal, lalu menembus tim senior, hingga akhirnya dipanggil memperkuat tim nasional.
Proses panjang itu menjadi bukti kerja keras dan dedikasi Adams terhadap sepak bola. Ribuan pendukung menyaksikan transformasinya dari pemain muda berbakat menjadi pilar lini tengah Afrika Selatan.
Bangsa Berduka, Penghormatan Mengalir
Ucapan belasungkawa terus berdatangan dari berbagai kalangan. Rekan setim, klub, hingga federasi sepak bola Afrika Selatan memberikan penghormatan terakhir untuk Adams.
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Adams. Publik dan pendukung sepak bola Afrika Selatan masih berduka atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa.