SUKA MAKMUE — Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan menerbitkan surat edaran yang memberikan fleksibilitas jam kerja bagi ASN dan tenaga non-ASN yang memiliki anak usia sekolah. Kebijakan ini berlaku khusus pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru.
Dalam surat edaran bernomor 395 Tahun 2026 itu, pemerintah daerah memberikan sejumlah kelonggaran sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pendidikan. Kebijakan ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Isi Kebijakan: ASN Boleh Terlambat Masuk Kantor
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memberikan beberapa kelonggaran bagi ASN dan tenaga non-ASN yang mendampingi anak di hari pertama sekolah. Kebijakan ini tertuang dalam poin-poin surat edaran yang diterbitkan pekan lalu.
- ASN laki-laki diizinkan masuk kantor lebih lambat dari jam kerja normal pada hari pertama sekolah anak.
- Dispensasi waktu kerja berlaku bagi pegawai yang memiliki anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama.
- Kelonggaran diberikan tanpa mengurangi hak cuti tahunan pegawai yang bersangkutan.
Mengapa Kehadiran Ayah Dianggap Penting?
Bupati yang akrab disapa TRK itu menyatakan bahwa kehadiran orang tua, terutama ayah, menjadi faktor penting dalam membangun kesiapan mental anak. Menurutnya, hari pertama sekolah merupakan momentum strategis untuk membangun komunikasi antara sekolah dan keluarga.
"Kehadiran ayah maupun orang tua pada hari pertama sekolah dapat menjadi penyemangat bagi anak, untuk memulai tahun ajaran baru dengan penuh rasa percaya diri dan semangat belajar," kata Teuku Raja Keumangan di Suka Makmue, Jumat.
Program GAMAS sendiri sebelumnya diluncurkan oleh Dinas Pendidikan Aceh. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa kehadiran fisik seorang ayah di hari pertama sekolah dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Dukungan emosional tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter serta semangat belajar.
Dampak bagi Anak dan Kolaborasi Sekolah-Keluarga
Bupati Nagan Raya juga menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk menyambut kehadiran orang tua dengan hangat pada hari pertama sekolah. Kolaborasi yang baik antara sekolah dan keluarga dinilai menjadi kunci dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan prestasi siswa.
"Saya berharap gerakan ini dapat memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak serta mendukung terwujudnya generasi Nagan Raya yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," pungkasnya.
Murthalamuddin menambahkan bahwa keterlibatan ayah selama ini masih perlu ditingkatkan. Program GAMAS diharapkan mampu menggugah kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam pendidikan anak.