MEULABOH — Sebanyak 230 siswa baru MAN 1 Aceh Barat mengikuti pembukaan MATAMUDA yang berlangsung di lingkungan madrasah, Senin (13/7/2026). Acara dihadiri langsung oleh Kakankemenag Aceh Barat, Kepala MAN 1, dewan guru, dan tenaga kependidikan.
Arahan Kakankemenag: Madrasah Bukan Sekadar Pengenalan Lingkungan
Dalam sambutannya, Kakankemenag Aceh Barat menegaskan bahwa MATAMUDA merupakan ikhtiar membentuk generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. "Jadikan madrasah sebagai tempat menempa diri menjadi insan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara," ujarnya.
Ia mengingatkan peserta didik baru untuk menghormati guru, menyayangi sesama teman, serta menjunjung tinggi kejujuran. Tiga larangan utama turut disorot: perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku yang bertentangan dengan nilai agama.
Kolaborasi Warga Madrasah Jadi Kunci Cetak Generasi Emas 2045
Kakankemenag juga mengajak para guru dan tenaga kependidikan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan inspiratif. Menurutnya, kolaborasi seluruh warga madrasah menjadi kunci mewujudkan MAN 1 Aceh Barat sebagai lembaga pendidikan unggul dalam prestasi dan kokoh dalam akhlak.
"Kita ingin melahirkan generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Pembukaan Ditandai Bismillah dan Penyematan Tanda Peserta
Pembukaan MATAMUDA resmi dimulai setelah Kakankemenag Aceh Barat mengucapkan Bismillahirrahmanirrahmi yang disambut tepuk tangan para peserta. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis sebagai penanda dimulainya MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan dengan materi pengenalan budaya madrasah, nilai-nilai keagamaan, serta pembentukan karakter disiplin dan semangat berprestasi bagi siswa baru.