BANDA ACEH — Tiga penghargaan sekaligus diraih tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) dalam ajang Lomba Esai Tingkat Nasional (LETIN) 8 di Universitas Andalas, Padang. Inovasi yang diusung, DIABETEA Strip, sukses menyabet Silver Medal Bidang Kesehatan, Favorite Poster Bidang Kesehatan, dan The Most Favorite Poster untuk seluruh kategori.
Tim yang diketuai Muhammad Rasyid Ridha bersama anggota Lucky Nadia ini menciptakan DIABETEA Strip sebagai solusi praktis mengendalikan lonjakan gula darah bagi penderita pradiabetes. Strip tipis ini dirancang langsung larut di rongga mulut tanpa perlu air minum.
Bahan Baku dari Daun Jambu Biji
Inovasi ini memanfaatkan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) yang kaya akan flavonoid, tanin, dan quercetin. Senyawa tersebut mampu menghambat enzim ?-glukosidase sehingga proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dalam tubuh dapat diperlambat.
“Kami ingin masyarakat, khususnya kelompok pradiabetes, memiliki cara yang jauh lebih praktis dan efektif untuk mengendalikan lonjakan glukosa setelah makan,” ujar Rasyid dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Apresiasi dari Dosen Pembimbing
Dosen pembimbing tim, Dr. apt. Suryawati, M.Sc., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini membuktikan mahasiswa FK USK mampu mengonversi bahan alam lokal menjadi solusi kesehatan berbasis bukti ilmiah yang aplikatif.
“Kami sangat bangga dengan kerja keras tim. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FK USK tidak hanya mampu secara akademis, tetapi juga kreatif dalam mengonversi bahan alam lokal menjadi solusi kesehatan berbasis bukti ilmiah yang aplikatif bagi masyarakat luas,” kata Suryawati.
Target ke Depan: Uji Klinis dan Produksi Massal?
Meski belum disebutkan rencana uji klinis atau produksi massal, inovasi DIABETEA Strip membuka peluang pengembangan produk kesehatan berbasis herbal yang lebih praktis. Keberhasilan di tingkat nasional ini diharapkan mendorong riset serupa di lingkungan kampus.
LETIN 8 sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia untuk berlomba menuangkan gagasan dalam bentuk esai ilmiah. FK USK tercatat sebagai salah satu kontestan yang paling banyak membawa pulang penghargaan di bidang kesehatan pada edisi kali ini.