BANDA ACEH — BPMA dan Polda Aceh melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pengamanan di WK B Aceh Utara, Senin lalu. Kegiatan ini menyusul pengamanan serupa di WK Blok A Aceh Timur pekan sebelumnya.
Pencurian di Fasilitas Produksi Mulai Meningkat
Relations Manager PGE, Wilya Retnosari, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan 2026, kasus pencurian dan gangguan keamanan di sekitar area produksi mulai bertambah. PGE berharap angka itu bisa ditekan hingga nol kasus.
“Sinergi antara BPMA, Polda Aceh, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, kondusif, dan berkelanjutan,” kata Wilya dalam keterangan resmi.
Monev untuk Deteksi Potensi Ancaman
Kadiv Formalitas, Hubungan Eksternal, dan Sekuriti (DFHE) BPMA, Irham M Amin, mengatakan kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan efektivitas pengamanan eksternal. Selain itu, tim juga mengidentifikasi potensi ancaman dan kerawanan di sekitar WK B.
“Kami berharap bersama-sama memberikan langkah-langkah mitigasi risiko secara konkret, baik upaya pencegahan maupun penanganan hukum. Ke depan, kita juga akan bahas dukungan alat, seperti pemasangan CCTV,” ujar Irham.
Polri Siapkan Pendampingan Hukum
Ditpamobvit Polda Aceh, Dr Marzuki, menyambut baik forum koordinasi ini. Menurutnya, komunikasi intensif akan memudahkan pelaksanaan pengamanan di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan. Ke depan, kami berharap dukungan penuh dari BPMA dan PGE, serta melibatkan pendampingan hukum untuk proses penanganan perkara,” kata Dr Marzuki.
Pengamanan Terpadu Libatkan TNI dan BUJP
Irham menegaskan bahwa tugas pokok BPMA adalah pengawasan dan pengendalian hulu migas di Aceh. Namun, faktor keamanan memerlukan kompetensi dari Polri dan TNI. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas instansi, termasuk Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), untuk mengawal objek vital nasional tersebut.
WK B yang dikelola KKKS PGE merupakan salah satu objek vital nasional sektor energi. Polda Aceh dan BPMA sepakat untuk terus memperkuat strategi pengamanan terpadu guna menjaga kelancaran operasi hulu migas di Aceh Utara.