BIREUEN — Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) kembali menggelar program internasionalisasi dengan mengirim puluhan dosen dan mahasiswa ke Malaysia. Mereka akan mengikuti International Benchmarking dan Pengabdian Internasional di INTI International University pada 14-15 Juli 2026.
Keberangkatan rombongan dilepas langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., di halaman Kampus Utama UNIKI, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian kedua setelah sehari sebelumnya UNIKI memberangkatkan mahasiswa untuk Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) ke Thailand.
Pesan Ketua Pembina: Jadi Duta Budaya Aceh di Malaysia
Dalam sambutannya, Amiruddin Idris yang juga anggota DPRA Fraksi PPP menekankan pentingnya peran peserta sebagai representasi kampus dan daerah. Ia meminta seluruh peserta mampu memperkenalkan budaya Aceh di forum internasional.
“Saudara-saudara tidak hanya membawa nama Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, tetapi juga membawa nama Aceh dan Indonesia. Perkenalkan budaya Aceh kepada dunia internasional melalui berbagai kegiatan, baik pertunjukan seni, budaya, maupun interaksi akademik,” ujarnya.
Amiruddin menambahkan, kunjungan ini diharapkan menjadi momentum memperluas kerja sama internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNIKI dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.
Rektor Ingatkan Etika dan Profesionalisme di Kancah Global
Rektor UNIKI, Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M., mengingatkan para peserta agar menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi etika, moral, dan profesionalisme. Menurutnya, INTI International University merupakan salah satu universitas terbaik di Malaysia.
“Kalian akan berkunjung ke salah satu universitas terbaik di Malaysia. Jadilah pribadi yang santun, disiplin, dan bertanggung jawab. Bangun komunikasi yang baik dengan mitra internasional, manfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, dan membawa pulang berbagai inovasi yang dapat diterapkan di UNIKI,” pesannya.
Zainuddin menegaskan bahwa benchmarking internasional menjadi strategi kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi lintas negara.
Agenda Akademik dan Pengabdian Internasional
Selama dua hari di INTI International University, peserta akan mengikuti berbagai agenda akademik. Mulai dari diskusi kelembagaan, berbagi praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan perguruan tinggi, penguatan jejaring akademik, hingga kegiatan pengabdian internasional yang melibatkan sivitas akademika kedua institusi.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Mereka mengaku bangga mendapat kesempatan mewakili UNIKI dalam forum internasional dan berharap pengalaman tersebut dapat meningkatkan kompetensi serta memperluas wawasan global.
Pelepasan peserta turut dihadiri Wakil Rektor I Dr. Mai Simahatie, S.E., M.M., Wakil Rektor II Chairul Bariah, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. H. Kamaruddin, M.M., para dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa peserta program.