Pencarian

UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kini Punya 66 Guru Besar Usai Enam Dosen Dikukuhkan Menteri Agama

Rabu, 15 Juli 2026 • 15:19:02 WIB
UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kini Punya 66 Guru Besar Usai Enam Dosen Dikukuhkan Menteri Agama
Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar menyerahkan Keputusan Menteri Agama kepada enam dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang dikukuhkan sebagai guru besar di Banda Aceh, Selasa (14/7/2026).

BANDA ACEH — Enam dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh resmi menyandang gelar profesor setelah menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar, Selasa (14/7/2026). Keenamnya merupakan bagian dari Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025.

Enam Profesor Baru dan Bidang Keahliannya

Keenam dosen yang dikukuhkan berasal dari beragam rumpun ilmu keislaman. Mereka adalah Prof. Dr. Azhar, M.Pd. bidang Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Prof. Dr. Husna Amin, M.Hum. bidang Filsafat Agama, dan Prof. Dr. Marzuki, S.Pd.I., M.Si. bidang Antropologi Pendidikan Islam.

Selain itu, Prof. Dr. Firdaus, S.Ag., M.Hum. bidang Sosiologi Agama, Prof. Dr. Ernita Dewi, S.Ag., M.Hum. bidang Filsafat Islam Kontemporer, dan Prof. Dr. Jasafat, M.A. bidang Ilmu Dakwah. Keenam profesor ini akan memperkuat peta keilmuan di fakultas masing-masing.

Rektor: Capaian Ini Dorong Inovasi dan Kolaborasi Riset

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman, menyatakan bahwa penambahan jumlah guru besar menjadi 66 orang merupakan indikator meningkatnya kapasitas akademik dan kualitas SDM di lingkungan kampus. Ia menyampaikan hal tersebut pada Rabu (15/7/2026).

“Dengan penambahan tersebut, maka jumlah guru besar di UIN Ar Raniry Banda Aceh kini menjadi 66 orang. Penambahan tersebut menjadi indikator meningkatnya kapasitas akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus,” ujar Rektor.

Target: Rekognisi Nasional dan Internasional

Prof Mujiburrahman berharap kehadiran para guru besar ini mampu mendorong lahirnya inovasi, memperkuat kolaborasi riset, serta meningkatkan publikasi ilmiah. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas rekognisi akademik UIN Ar-Raniry di tingkat nasional maupun internasional.

Para guru besar baru diharapkan tidak hanya aktif dalam pengajaran, tetapi juga menjadi motor riset yang berdampak langsung pada pengembangan ilmu agama dan sosial di Aceh. Kampus tertua di provinsi ini terus berupaya meningkatkan daya saingnya di peta perguruan tinggi Islam Indonesia.

Bagikan
Sumber: rahasiaumum.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks