KUTACANE — Jufri RM menggelar pertemuan khusus di kantornya, Senin kemarin, untuk menyambut para kepala sekolah yang baru. Ia menegaskan rotasi dan mutasi adalah bagian dari penyegaran organisasi sekaligus evaluasi kinerja.
Jabatan Bukan Harta Warisan
“Jabatan ini bukan harta warisan, tetapi amanah negara. Karena itu, mutasi jangan dianggap sebagai hukuman, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kinerja dan membawa perubahan di sekolah yang dipimpin,” ujar Jufri dalam keterangannya kepada Pos Aceh.
Ia menekankan bahwa kepercayaan memimpin sekolah bisa diberikan kepada siapa saja yang memiliki prestasi dan kemampuan. Hari ini mungkin memimpin sekolah kecil, tetapi jika berprestasi, bukan tidak mungkin ke depan dipercaya memimpin sekolah yang lebih besar.
Target: Pendidikan Aceh Tenggara Maju
Jufri mengajak seluruh kepala sekolah yang baru dilantik untuk menjadikan momen ini sebagai titik tolak peningkatan mutu pendidikan. Ia berharap mereka bekerja maksimal, berinovasi, dan tidak cepat puas.
“Kalau pendidikan Aceh Tenggara maju, maka pendidikan Aceh juga akan maju, dan pada akhirnya ikut berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.
Pelantikan Massal 248 Kepala Sekolah
Pelantikan serentak yang digelar Gubernur Mualem di Banda Aceh melibatkan 248 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Aceh. Dari jumlah itu, 20 orang di antaranya bertugas di Kabupaten Aceh Tenggara.
Jufri berpesan agar para kepala sekolah yang dilantik pada tahap pertama maupun kedua dapat bersinergi. Roda jabatan, menurutnya, terus berputar dan setiap posisi adalah amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan.