ACEH — Guncangan akibat aktivitas seismik ini dilaporkan terasa hingga skala II-III MMI di wilayah Sigi. Pada skala II MMI, getaran umumnya tidak dirasakan oleh banyak orang, hanya sebagian kecil warga yang merasakannya, namun getarannya terekam jelas oleh alat pencatat seismograf.
Pusat Gempa dan Parameter Sumber
Berdasarkan rilis resmi BMKG, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 1.22 Lintang Selatan (LS) dan 120.05 Bujur Timur (BT). Data ini menunjukkan lokasi hiposenter berada di daratan, yang kerap kali menimbulkan sensasi guncangan lebih terasa dibandingkan gempa dengan kekuatan sama di tengah laut.
BMKG dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2026), menyatakan gempa terjadi pada kedalaman yang termasuk kategori dangkal. Meski magnitudonya relatif kecil, kedalaman dangkal membuat energi getaran lebih mudah menjalar ke permukaan dan dirasakan penduduk di sekitar episenter.
Aktivitas Seismik Sepekan Terakhir
Kejadian gempa di Sigi ini bukanlah fenomena terisolasi. Data BMKG mencatat dalam sepekan terakhir, wilayah Indonesia mengalami 17 kali aktivitas gempa signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ratusan kejadian lainnya juga terekam instrumen, namun tidak menimbulkan guncangan yang terasa.
Variasi magnitudo dan kedalaman dari belasan gempa signifikan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari laut hingga daratan. Sebelumnya, pada hari yang sama, BMKG juga merilis informasi gempa berkekuatan M 3,9 yang mengguncang Morowali, yang berjarak tidak terlalu jauh dari Sigi.
Potensi Kerusakan dan Imbauan BMKG
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa berkekuatan kecil tersebut. Guncangan skala II-III MMI umumnya bersifat non-destruktif, hanya menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung bergoyang.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal-kanal resmi BMKG yang memiliki otoritas keilmuan di bidang geofisika.
Untuk kejadian gempa bumi susulan, BMKG belum mencatat adanya aktivitas signifikan setelah gempa utama di Sigi. Meski demikian, kewaspadaan tetap disarankan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah lereng dan dekat tebing yang rawan terhadap guncangan tanah.