Pencarian

SMA Muhammiyah Bireuen Luncurkan Empat Pilar Pendidikan, Padukan Tahfizul Qur'an dan Wirausaha untuk Cetak Generasi Berdaya Saing Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 23:52:01 WIB
SMA Muhammiyah Bireuen Luncurkan Empat Pilar Pendidikan, Padukan Tahfizul Qur'an dan Wirausaha untuk Cetak Generasi Berdaya Saing Global
Kepala SMA Muhammadiyah Bireuen, Rizki Dasilva, PhD, menyampaikan paparan program empat pilar pendidikan dalam sosialisasi di gedung sekolah, Sabtu (8/8/2026).

BIREUEN — SMA Muhammadiyah Bireuen mengubah total pendekatan pembelajarannya mulai tahun ajaran baru. Sekolah di Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang ini kini mengusung perpaduan antara pembiasaan ibadah, praktik bisnis langsung, hingga pembiasaan bahasa asing sebagai kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Kepala SMA Muhammadiyah Bireuen, Rizki Dasilva, PhD, mengatakan empat pilar ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Menurutnya, lulusan sekolah menengah atas tidak cukup hanya pintar secara kognitif, tetapi juga harus memiliki fondasi spiritual dan keterampilan hidup.

"Kami tidak ingin siswa hanya pintar secara kognitif, tetapi mereka harus menjadi generasi emas yang saleh, mandiri, berprestasi, dan berjiwa entrepreneur sesuai dengan tuntunan Alquran dan As Sunnah," ujar Rizki dalam sosialisasi program di gedung sekolah, Sabtu (8/8/2026).

Praktik Wirausaha Langsung dan Ruang Khusus di Sekolah

Pilar entrepreneur tidak hanya berhenti pada teori bisnis di kelas. Sekolah menyediakan ruang entrepreneurship khusus bagi siswa untuk mempraktikkan langsung kegiatan jual-beli dan mengelola usaha kecil.

"Siswa tidak hanya diajarkan teori bisnis, tetapi juga praktik wirausaha langsung melalui ruang entrepreneurship yang kami sediakan," jelas pria yang meraih gelar doktor di bidang Islamic Education dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia ini.

Literasi Digital Sampai ke Kuala Lumpur

Untuk pilar digital, sekolah tidak hanya membekali siswa dengan penguasaan teknologi dan literasi data di dalam kelas. Sebanyak 18 siswa baru baru-baru ini diterbangkan mengikuti workshop menulis esai dengan teknologi AI di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan literasi dan teknologi yang menyasar siswa berbakat. Adapun pilar bilingual diwujudkan dengan membiasakan penggunaan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa komunikasi harian di lingkungan sekolah.

Visi Besar: Menjadi Rujukan Sekolah di Aceh

Program ini berlandaskan visi sekolah, "Mewujudkan Sekolah Menengah Atas yang Islami, Berbasis Entrepreneur dengan Aplikasi Digital, Bilingual dan Character Building". Rizki, yang juga penulis 12 buku dan penerima penghargaan Gurusioner Inspiratif tingkat nasional ini, menargetkan sekolahnya bisa menjadi acuan bagi institusi pendidikan lain di provinsi paling barat Indonesia tersebut.

"Dengan perpaduan keempat pilar ini, kami optimis lulusan SMA Muhammadiyah Bireuen akan menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak, kompeten, dan mampu membawa perubahan bagi bangsa," pungkasnya.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbireuen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks