BIREUEN — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SD Negeri 11 Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, di sela-sela perjalanan dinasnya menuju Jembatan Teupin Mane. Kedatangannya bertujuan memastikan kondisi fasilitas pendidikan yang menjadi korban banjir bandang serta mendengarkan langsung keluhan para tenaga pendidik di lapangan.
Kunjungan ini terjadi di tengah masa pemulihan bencana yang melanda sejumlah kecamatan di Bireuen. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi sarana belajar mengajar yang sempat terendam.
Pemulihan Sekolah Pascabencana Jadi Sorotan
Banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut meninggalkan jejak kerusakan yang cukup parah pada infrastruktur pendidikan. Bangunan SD Negeri 11 Jangka menjadi salah satu titik yang paling diperhatikan karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan kegiatan belajar anak-anak.
Dalam peninjauan itu, Gibran tidak hanya berkeliling melihat kerusakan fisik gedung, tetapi juga berdialog dengan pihak sekolah. Aspirasi yang diserap di lokasi nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan bantuan dari pemerintah pusat.
Fokus Perbaikan Fasilitas dan Kesiapan Belajar Mengajar
Perhatian utama dalam kunjungan ini adalah memastikan proses belajar mengajar dapat segera berjalan normal kembali. Pemerintah pusat disebutkan akan mengkaji kebutuhan mendesak yang diperlukan sekolah, mulai dari perbaikan ruang kelas hingga penggantian fasilitas penunjang yang rusak.
Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah terhadap dampak bencana di daerah. Selain meninjau lokasi, Wapres juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan untuk mengecek kondisi Jembatan Teupin Mane yang menjadi akses vital bagi warga terdampak.
Masyarakat setempat berharap tindak lanjut nyata segera direalisasikan, mengingat aktivitas pendidikan tidak bisa lagi ditunda. Perhatian langsung dari pimpinan nasional dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemulihan infrastruktur di Bireuen akan menjadi prioritas.