MEULABOH — Rombongan yang dipimpin Kepala Koordinator Wilayah Aceh I Percepatan PRR, Laksma TNI Nouldy Jan Tangka, itu menyisir sejumlah titik krusial. Mereka memeriksa langsung hunian sementara (huntara), jembatan, tebing sungai, hingga kantor keuchik yang porak-poranda diterjang banjir bandang tahun lalu.
“Kami sudah meninjau tadi ke sekolah yang terdampak bencana, kemudian jembatan, bronjong yang sudah dibangun di tepian sungai, kantor keuchik dan sawah yang kondisinya rusak berat,” kata Nouldy dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Bukan Sekadar Tinjauan, Ada Target Percepatan yang Dikejar
Kedatangan tim satgas ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) juga telah meninjau lokasi yang sama. Kini giliran tim dari pusat yang datang untuk memastikan proses rehabilitasi tidak berjalan di tempat.
Said Fadheil menegaskan, pemkab berharap kehadiran tim ini mampu memotong birokrasi yang selama ini menghambat penanganan di lapangan. “Insyaallah dengan kedatangan Tim Satgas ini akan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Barat,” ujarnya.
Persoalan Sawah dan Irigasi Jadi Sorotan, Butuh Kementerian Lain
Yang menarik, peninjauan ini tidak hanya menyentuh soal bangunan fisik. Lahan pertanian warga yang tertimbun material banjir juga menjadi perhatian serius. Anggota Analisa dan Evaluasi Satgas PRR, Kombes Pol Suwinto, mengungkapkan bahwa pemulihan sawah tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja.
“Kalau misalnya sawah kita mau tanam kita harus menggandeng teman-teman dari Kementerian Pertanian termasuk itu terkait dengan irigasinya, itu semua kita fikirkan,” kata Suwinto.
Ia memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam. Masyarakat Desa Jambak diminta bersabar sebab persoalan ini tengah dibahas lintas kementerian dan lembaga di Jakarta.
Apa Langkah Selanjutnya?
Seluruh temuan di lapangan akan dibawa ke satgas di Jakarta. Nouldy menambahkan, hasil evaluasi ini nantinya dibahas bersama kementerian terkait agar eksekusi perbaikan bisa segera dilakukan.
“Sehingga stakeholder yang berkompeten untuk melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi akan mengeksekusi dengan segera sehingga masalah yang ada di Aceh Barat ini diharapkan dapat terselesaikan dengan cepat,” jelasnya.
Pemkab Aceh Barat sendiri telah menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Said Fadheil berharap arahan dari tim satgas dapat menjadi petunjuk agar seluruh proses pemulihan pascabencana berjalan sesuai harapan masyarakat.