Pencarian

Ulama Muda Seluruh Aceh Gelar Mubahasah di Bireuen, Bahas Hukum Afiliasi Bisnis Online Hingga Jamak Salat Saat Macet

Jumat, 14 Agustus 2026 • 23:03:01 WIB
Ulama Muda Seluruh Aceh Gelar Mubahasah di Bireuen, Bahas Hukum Afiliasi Bisnis Online Hingga Jamak Salat Saat Macet
Ulama muda se-Aceh menggelar mubahasah di Bireuen untuk membahas hukum afiliasi bisnis online, syariat dan hakikat, serta jamak salat saat macet.

BIREUEN — Mubahasah Ulama Muda Seluruh Aceh akan berlangsung di Kompleks Dayah Almadinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi rangkaian dari peringatan Milad Al-Albab ke-66 sekaligus Haul ke-4 Abu Tumin Blang Bladeh yang berlangsung selama dua hari.

Ketua Panitia Pelaksana, Tgk Muhammad Fadhil bin Mustafa, menyebut mubahasah digelar untuk membahas persoalan keagamaan yang kontekstual dan membutuhkan pencerahan agar masyarakat dapat memahami persoalan agama secara lebih baik.

“Melalui mubahasah ini, berbagai persoalan yang dihadapi umat saat ini akan dibahas untuk memberikan pencerahan dan pemahaman keagamaan kepada masyarakat,” kata Tgk Muhammad Fadhil, Jumat (14/8/2026).

Tiga Persoalan Utama yang Dibahas

Panitia telah menyiapkan tiga persoalan utama yang menjadi bahan pembahasan. Pertama, hukum afiliasi dalam jual beli online. Kedua, kedudukan syariat dan hakikat dalam pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah. Ketiga, hukum menjamak salat ketika terjebak kemacetan.

Panitia Bidang Komunikasi, Media, dan Publikasi, Abi Akthaillah Daud, menjelaskan masing-masing persoalan memiliki fokus pembahasan tersendiri. Untuk afiliasi bisnis online, mubahasah akan mengkaji hukum perbuatan dan status penghasilan yang diperoleh.

“Fokus pada persoalan affiliate bisnis online adalah hukum perbuatan dan status penghasilannya. Sedangkan masalah syariat dan hakikat adalah maksud dari kedua istilah tersebut serta kedudukan keduanya dalam pengamalan,” ujar Abi Akthaillah.

Jamak Salat Saat Macet: Relevan dengan Kondisi Warga Bireuen

Adapun persoalan jamak salat karena kemacetan dipilih karena relevan dengan kondisi yang dialami masyarakat, terutama saat akses transportasi terganggu. Abi Akthaillah mencontohkan kondisi masyarakat ketika melintasi jembatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, setelah terjadi musibah banjir besar yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.

Mubahasah ini diharapkan memberikan ketenangan bagi warga yang kerap menghadapi situasi darurat di perjalanan, tanpa harus meninggalkan kewajiban salat.

Doa Bersama dan Khanduri di Makbarah Abu Tumin

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dijadwalkan pada Minggu, 16 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Makbarah Abu Tumin, Kompleks Dayah Almadinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh. Doa bersama tersebut diperuntukkan bagi almarhum Abu Tumin dan Ummi serta para guru lainnya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan khanduri bersama.

Ketua Pengurus Alumni Pusat Al-Albab, Abi Faisal Hadi Ujong Blang, melalui Abi Akthaillah Daud, mengharapkan para alumni dan masyarakat dapat hadir mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami berharap segenap alumni dan masyarakat dapat berkesempatan hadir untuk bersama-sama mengikuti doa bersama,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan Milad Al-Albab dan Haul Abu Tumin tahun ini dilaksanakan dengan dukungan swadaya alumni dan masyarakat. Panitia juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan melalui donasi untuk kegiatan tersebut melalui situs resmi Al-Albab: https://alumnialbab.github.io/haul-albab/.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbireuen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks