Pencarian

Revitalisasi Mendale Danau Lut Tawar: Progres 30%, Target Rampung Sebelum Desember 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 • 00:38:31 WIB
Revitalisasi Mendale Danau Lut Tawar: Progres 30%, Target Rampung Sebelum Desember 2026
Progres revitalisasi kawasan Mendale di Danau Lut Tawar mencapai 30 persen dengan target rampung sebelum Desember 2026.

ACEH — Proyek revitalisasi kawasan Mendale bukan sekadar polesan wajah destinasi. Ini adalah upaya penyelamatan mata pencaharian. Material longsor dari perbukitan sempat menutup akses jalan, merusak fasilitas, dan menghentikan total aktivitas usaha masyarakat di sekitar Danau Lut Tawar yang dikenal sebagai salah satu destinasi andalan Aceh Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Erwin Pratama, menyebut kawasan ini termasuk yang terdampak paling parah dibanding 115 destinasi lain di sekitar danau. "Kawasan Mendale merupakan salah satu kawasan yang terdampak cukup parah. Material bebatuan dan lumpur turun dari sejumlah bagian gunung," ujarnya saat meninjau lokasi bersama Tim Satgas PRR, Minggu (16/8/2026).

Anggaran Rp5 Miliar dan Prioritas Pengerjaan

Dukungan finansial datang dari pemerintah pusat. Kementerian Pekerjaan Umum mengucurkan dana sekitar Rp5 miliar untuk proyek yang saat ini berjalan di angka 30 persen tersebut. Beberapa titik akses utama dilaporkan mulai diperbaiki dan dapat dilalui.

"Alhamdulillah, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah berdasarkan data yang kami sampaikan. Hari ini dapat kita lihat beberapa akses sudah mulai diperbaiki," kata Erwin.

Fokus pengerjaan tidak hanya pada pembersihan material, tetapi juga mencakup perbaikan fasilitas penunjang wisata yang rusak. Target penyelesaian sebelum Desember 2026 menjadi patokan agar kawasan aman dan nyaman saat lonjakan kunjungan libur Natal dan Tahun Baru 2027.

Penguatan Tebing: Kunci Agar Bencana Tak Terulang

Salah satu catatan penting yang disorot adalah aspek keberlanjutan. Pemkab Aceh Tengah telah mengidentifikasi kebutuhan penguatan tebing yang rawan longsor serta pembangunan saluran pengendali air sebagai prioritas lanjutan.

Infrastruktur ini krusial. Tanpa penanganan tebing dan drainase yang memadai, risiko limpasan air membawa kembali material lumpur dan bebatuan ke jalan atau kawasan wisata akan tetap tinggi, terutama saat hujan deras. Artinya, revitalisasi ini harus dipastikan menyentuh akar masalah, bukan hanya memulihkan permukaan.

Dampak Ekonomi: Jalan Panjang Menuju Normal

Aktivitas wisata di Mendale memang mulai menunjukkan tanda-tanda menggeliat. Namun, roda ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih seperti sebelum bencana. Banyak pelaku usaha kecil yang modalnya habis dan baru bisa mulai berjualan lagi setelah akses benar-benar normal.

Pemerintah berharap percepatan ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan di akhir tahun. "Kami berharap kunjungan wisatawan pada libur akhir tahun kembali meningkat sehingga dapat membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar dan Aceh Tengah secara umum," ujar Erwin.

Namun, ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Sejumlah ruas Jalan Lingkar Danau Lut Tawar masih membutuhkan penanganan karena terdampak material longsor. Tanpa perbaikan jalan lingkar yang menyeluruh, akses menuju Mendale dari arah lain bisa menjadi bottleneck yang menghambat pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

Revitalisasi Mendale adalah proyek yang tepat sasaran. Namun, keberhasilannya diukur bukan dari selesainya pembangunan fisik, melainkan dari seberapa cepat warga kembali mendapatkan penghasilan dan seberapa tangguh infrastruktur ini menghadapi musim hujan berikutnya.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: digtara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks