ACEH — Buat yang sempat menaruh harapan pada kelahiran kembali nama RSX, bersiaplah kecewa. Acura sudah mengubur proyek SUV listrik kompak tersebut, dan gambar paten yang baru terungkap ini seperti batu nisan digital—sekaligus jawaban atas rasa penasaran bagaimana wujudnya kalau sampai masuk jalur produksi.
Kabar ini datang dari dokumen yang diajukan ke United States Patent and Trademark Office (USPTO). Menariknya, pengajuan paten ini dilakukan saat proyek masih berjalan, bukan setelah dibatalkan. Artinya, desain yang terdaftar ini adalah bentuk final yang sudah disiapkan untuk produksi massal.
Perbedaan Halus Antara Prototipe dan Versi Produksi
Secara garis besar, RSX produksi tidak jauh berbeda dari RSX Prototype yang sempat dipamerkan. Proporsi bodi, garis karakter, dan wajah depan khas Acura tetap dipertahankan. Namun, ada beberapa detail yang menunjukkan penyesuaian untuk regulasi dan kepraktisan produksi.
Perubahan paling mencolok ada di bagian spion. Prototipe memakai kamera kecil sebagai pengganti spion konvensional—fitur yang sering muncul di mobil konsep. Versi produksi, sesuai ekspektasi, kembali menggunakan spion kaca berukuran penuh. Ini bukan sekadar soal biaya, tapi juga regulasi keselamatan di banyak negara yang belum melegalkan spion kamera.
Detail lain yang berubah termasuk tambahan antena sirip hiu di atap, lekukan pada trim sekeliling rumah roda untuk reflektor samping depan dan belakang, serta potongan di gril bawah yang kemungkinan besar berfungsi untuk pendinginan komponen. Perubahan-perubahan ini memang kecil, tapi cukup untuk membedakan mobil konsep dari mobil yang siap dijual.
Mengapa Proyek Ini Dibatalkan?
Keputusan menghentikan RSX bukan datang tiba-tiba. Sebelumnya, Honda sebagai perusahaan induk sudah mengumumkan perubahan besar pada strategi kendaraan listriknya. Rencana awal yang agresif untuk meluncurkan banyak model EV di