Pencarian

27 Kader Posyandu di Aceh Tamiang Ikuti Pelatihan 25 Kompetensi Dasar Usai Bencana, Ini Target LKC Dompet Dhuafa

Senin, 24 Agustus 2026 • 11:01:02 WIB
27 Kader Posyandu di Aceh Tamiang Ikuti Pelatihan 25 Kompetensi Dasar Usai Bencana, Ini Target LKC Dompet Dhuafa
kader Posyandu dan perwakilan Dinas Kesehatan mengikuti pelatihan 25 kompetensi dasar di Desa Pangkalan, Aceh Tamiang.

ACEH TAMIANG — Sebanyak 27 peserta yang terdiri atas 20 kader Posyandu dan tujuh perwakilan Dinas Kesehatan mengikuti pelatihan intensif selama dua hari di Gedung Posyandu Desa Pangkalan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi LKC Dompet Dhuafa Aceh dengan Puskesmas Kejuruan Muda dan Pemerintah Gampong Pangkalan.

Materi yang diberikan mencakup 25 kompetensi dasar kader, mulai dari identifikasi sasaran, pengukuran dan pemeriksaan dasar, hingga memastikan tindak lanjut serta rujukan pasien. Metode pelatihan melibatkan ceramah, simulasi, studi kasus, hingga praktik lapangan agar kader mampu menerapkan ilmu secara langsung di tengah masyarakat.

Penguatan Kader Jadi Fondasi Pemulihan Layanan Kesehatan

Fasilitator Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh, Reza Angreini, menegaskan bahwa kader adalah garda terdepan pelayanan kesehatan di desa. Menurutnya, kapasitas mereka harus diperkuat agar program pemulihan tidak berhenti di tengah jalan.

"Kader adalah bagian penting dari pelayanan kesehatan di tingkat desa. Karena itu, penguatan kapasitas mereka menjadi fondasi agar pelayanan yang kita bangun bersama dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," ujar Reza.

Ia menambahkan, pendampingan akan terus dilakukan hingga Desember 2026. Fokus program mencakup penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), Pos Sehat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), skrining Penyakit Tidak Menular (PTM), serta edukasi KIA.

Dinkes Aceh Tamiang Apresiasi Kolaborasi Pemulihan Pascabencana

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Mustakim, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai kehadiran LKC Dompet Dhuafa sangat membantu pemerintah daerah dalam memulihkan layanan kesehatan pascabencana.

"Alhamdulillah dengan adanya Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa ini kita terbantu, apalagi untuk pelatihan kader ini dan fasilitatornya juga mampu mengikuti ritme dinas kesehatan, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Mustakim.

Recovery Tak Cuma Perbaiki Fasilitas, SDM Juga Prioritas

Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali fasilitas yang rusak. Sumber daya manusia yang menjalankan layanan juga harus diperkuat agar hasilnya berkelanjutan.

"Recovery tidak hanya tentang mengembalikan fasilitas yang terdampak, tetapi juga memastikan orang-orang yang menjalankan pelayanan memiliki kapasitas yang kuat. Karena itu, penguatan kader menjadi bagian penting dari upaya membangun kembali layanan kesehatan yang dapat berjalan bersama masyarakat," jelas Arfan.

Arfan berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu menciptakan sistem layanan kesehatan desa yang mandiri. "LKC hadir untuk mendukung dan memperkuat sistem yang sudah ada. Harapannya, kader, Puskesmas, pemerintah gampong, dan masyarakat dapat terus bekerja bersama sehingga pelayanan kesehatan di tingkat desa semakin kuat dan tidak bergantung pada satu pihak saja," pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu menghubungkan materi dengan kondisi nyata di lapangan. Rangkaian Program Recovery Kebencanaan dan Revitalisasi Posyandu ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2026 dengan fokus pada pendampingan kader dan peningkatan kapasitas masyarakat di Desa Pangkalan.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: noa.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks