MEULABOH — Tarmizi menegaskan bahwa pelantikan massal ini merupakan hasil seleksi calon Sekda dan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang digelar beberapa waktu lalu. Proses penilaian yang panjang menjadi dasar penetapan Kurdi sebagai pilihan terbaik untuk memimpin roda birokrasi di kabupaten paling barat Pulau Sumatera itu.
"Hari ini kita melantik Sekda, jadi yang selama ini Plt sudah cukup waktu bagi kami menilai calon-calon terbaik dengan memberikan kesempatan bagi mereka, dan kami berkesimpulan pilihan yang terbaik jatuh kepada pak Kurdi," kata Tarmizi dalam sambutannya.
Alasan Kurdi Terpilih dan Target Kinerja 2026-2027
Keputusan mengangkat Kurdi menjadi Sekda definitif tidak lepas dari kebutuhan percepatan realisasi anggaran tahun 2026. Tarmizi menyebut seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) harus bekerja keras dan bergerak cepat untuk mengejar target besar yang telah ditetapkan untuk tahun 2027 mendatang.
Rotasi dan promosi jabatan dalam pelantikan ini juga dirancang untuk memperkuat organisasi. Sejumlah pejabat eselon IV naik kelas menjadi kepala bidang, dan kepala bidang dipercaya menduduki posisi sekretaris pada dinas teknis.
"Sehingga perlu kekuatan besar di semua SKPK di lingkup Pemkab Aceh Barat, seperti tadi ada yang Kasubbag diangkat menjadi Kabid kemudian Kabid menjadi Sekretaris dan juga sebaliknya, tujuan lainnya yaitu untuk memperkuat SKPK dalam hal mencapai target yang sudah diberikan dan ditentukan," ujarnya.
Deretan Pejabat yang Dilantik: dari Dinkes hingga Camat
Selain Sekda, bupati turut melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama. Evi Darni resmi menjabat Kepala Dinas Kesehatan, Mashuri dipercaya memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Fariani dan Kaharuddin masing-masing dilantik sebagai Camat Johan Pahlawan dan Camat Samatiga.
Di lingkungan Sekretariat Daerah, empat kepala bagian baru ikut dilantik, yakni Deddi Kurniawan (Bagian Organisasi), Khairul Diansyah Putra (Bagian Pemerintahan), Indra Satria (Bagian Pengadaan Barang dan Jasa), serta Aidil Fajri (Bagian Administrasi Pembangunan). Dedi Suwardi juga dilantik sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Sejumlah posisi sekretaris pada dinas juga diisi wajah baru, di antaranya Dinar Dwiriansyah (Dinas PUPR), Yusransal (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), Dian Verawati (Dinas Pangan), Azhari (Dinas Pendidikan Dayah), dan Edy Sofian (Dinas Perhubungan).
Peringatan Keras Bupati: Jangan Main-Main dengan Anggaran
Dalam kesempatan itu, Tarmizi memberikan pesan tegas kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia meminta setiap amanah dijalankan dengan penuh keikhlasan dan niat ibadah, bukan sekadar tanggung jawab administratif.
"Kami menegaskan agar tidak ada pihak-pihak yang bermain-main dengan anggaran atau menjadikan jabatan sebagai sarana untuk kepentingan pribadi. Disiplin, kejujuran dan integritas adalah prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh setiap aparatur pemerintah," tegas Tarmizi.
Komitmen terhadap kinerja juga akan dievaluasi secara berkala. Bupati mengancam akan menindak tegas pejabat yang tidak mampu mencapai target, tidak jujur, atau menyembunyikan informasi dari pimpinan.
"Oleh karena itu bekerjalah dengan hati, karena kami pun memimpin dengan hati, jagalah persatuan dan kebersamaan di lingkungan masing-masing perangkat daerah, serta bangunlah semangat kerja sebagai satu keluarga besar dalam organisasi," ujarnya.
Selain nama-nama yang disebutkan, puluhan pejabat administrator dan fungsional di lingkup SKPK serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) lainnya turut dilantik pada kesempatan yang sama. Pelantikan ini disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil SH, Ketua DPRK, serta unsur Forkopimda setempat.