Pencarian

Investigasi NHTSA ke Mesin V8 6.2L GM: Recall Gagal, 6.953 Laporan Kegagalan Pasca-Perbaikan

Selasa, 25 Agustus 2026 • 07:04:01 WIB
Investigasi NHTSA ke Mesin V8 6.2L GM: Recall Gagal, 6.953 Laporan Kegagalan Pasca-Perbaikan
NHTSA membuka investigasi lanjutan terhadap mesin L87 6.2-liter V8 General Motors setelah menerima 499 laporan kegagalan mesin pasca-perbaikan recall 25V-274.

ACEH — National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) melalui Office of Defects Investigation (ODI) resmi membuka investigasi tahap lanjutan terhadap mesin L87 6.2-liter V8 milik General Motors. Investigasi ini merupakan pengembangan dari recall 25V-274 yang sebelumnya dikeluarkan GM untuk menangani cacat produksi pada crankshaft dan connecting rod yang berpotensi menyebabkan kegagalan mesin total.

Keputusan ini diambil setelah ODI menerima 499 laporan kegagalan mesin pasca-perbaikan hingga 20 Agustus. Angka ini jauh lebih besar dari yang seharusnya terjadi jika recall berjalan efektif, dan menjadi indikator kuat bahwa solusi yang diberikan GM belum menyentuh akar permasalahan.

Angka Sebenarnya: 6.953 Keluhan dari GM, Bukan Cuma 499 dari NHTSA

Data yang dihimpun ODI menunjukkan dari 499 laporan tersebut, 473 kendaraan mendapat perbaikan berupa penggantian rekomendasi oli, sementara 26 unit lainnya menjalani penggantian mesin secara penuh. Yang lebih mengkhawatirkan, GM sendiri melaporkan telah menerima 6.953 keluhan kegagalan mesin pasca-remedy—jumlah yang jauh melampaui laporan yang masuk ke regulator.

Investigasi ODI juga diperluas untuk mencakup mesin L87 yang diproduksi di luar periode produksi yang tercantum dalam recall awal. ODI melaporkan menemukan 191 kegagalan tambahan pada unit mesin di luar rentang produksi tersebut, yang berarti masalah ini tidak terbatas pada batch produksi tertentu saja.

Recall 25V-274: Solusi Oli Kental yang Tidak Menyelesaikan Masalah

Recall 25V-274 yang dirilis sebelumnya mencakup 597.630 unit truk dan SUV di Amerika Serikat. Prosedur perbaikannya terbilang tidak konvensional: GM melakukan inspeksi mesin, lalu untuk unit yang dianggap lolos pemeriksaan, mereka mengganti rekomendasi oli ke viskositas lebih kental, memasang oil fill cap baru, dan mengganti filter oli. Hanya mesin yang gagal inspeksi yang mendapat penggantian unit baru.

Strategi ini jelas tidak berjalan. Fakta bahwa ribuan mesin tetap gagal berfungsi setelah "perbaikan" menunjukkan bahwa inspeksi visual tidak cukup untuk mendeteksi kelemahan struktural pada komponen internal mesin yang sudah terlanjur rusak atau memiliki toleransi di luar spesifikasi.

Masalah Oli yang Berkepanjangan dan Tuntutan Hukum

Persoalan oli ini sebenarnya sudah menghantui GM selama lebih dari setahun. Pada tahun lalu, gugatan class-action diajukan ke pengadilan dengan tuduhan bahwa GM secara sadar menjual kendaraan dengan mesin yang bermasalah. Awal tahun ini, GM kembali mengubah rekomendasi viskositas oli untuk mesin L87—ini merupakan perubahan kedua pada rekomendasi oli untuk mesin yang sudah ditarik kembali tersebut.

Perubahan rekomendasi oli yang berulang kali ini menjadi sinyal bahwa GM masih mencoba-coba solusi tanpa kepastian teknis. Bagi pemilik kendaraan, ini berarti ketidakpastian berkepanjangan: apakah mesin mereka akan bertahan, atau justru menjadi korban berikutnya dari cacat produksi yang belum teratasi.

Dampak untuk Pemilik: Apa yang Harus Dilakukan?

Bagi pemilik kendaraan GM dengan mesin L87 6.2-liter yang terdampak recall, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama, periksa apakah kendaraan Anda termasuk dalam daftar recall 25V-274 melalui situs resmi NHTSA atau dealer resmi. Kedua, jika kendaraan sudah menjalani prosedur perbaikan recall namun muncul gejala abnormal seperti knocking, getaran tidak wajar, atau indikator tekanan oli menyala, segera laporkan ke dealer dan catat semua dokumentasi perbaikan.

Investigasi ODI yang kini diperluas ke unit mesin di luar periode recall juga berarti pemilik kendaraan yang tidak termasuk dalam recall awal tetap perlu waspada. Jika mengalami gejala serupa, melaporkan ke NHTSA bisa membantu memperluas cakupan investigasi dan berpotensi memicu recall tambahan.

Yang jelas, kasus ini menjadi pengingat bahwa recall bukanlah jaminan akhir dari masalah. Ketika solusi yang diberikan hanya bersifat kosmetik—seperti mengubah viskositas oli—bukannya mengganti komponen yang memang cacat, risiko kegagalan tetap mengintai di jalanan.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: caranddriver.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks