KUTACANE — Pengecatan yang dilakukan dengan warna merah putih ini bukan sekadar menyempurnakan tampilan fisik, tetapi juga menjadi simbol semangat kebangsaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Serma Karmadi, personel Satgas yang terlibat langsung di lapangan, menyatakan bahwa tahapan ini merupakan bagian penting untuk memastikan jembatan layak digunakan masyarakat.
“Pengecatan ini merupakan salah satu tahapan penyelesaian pembangunan. Kami bersama masyarakat terus berupaya menyelesaikan setiap pekerjaan dengan sebaik mungkin sehingga jembatan ini nantinya dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi warga,” ujar Serma Karmadi.
Bentang 256 Meter, Pengecatan Jadi Tahap Akhir Sebelum Dioperasikan
Jembatan Gantung Perintis Garuda memiliki panjang bentangan sekitar 256 meter dengan lebar 1,2 meter. Jarak antarpylon mencapai sekitar 225 meter, sedangkan jarak dari pylon menuju bandul sekitar 16 meter. Sejak awal pembangunan, personel Satgas dan warga bahu-membahu mengerjakan pondasi, pemasangan rangka, tali sling, hingga lantai jembatan.
Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan dinilai menjadi faktor kunci percepatan pengerjaan. Selain membantu pekerjaan fisik, kehadiran warga menunjukkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang kelak digunakan bersama untuk aktivitas sehari-hari.
Warga Berharap Jembatan Pacu Perekonomian dan Distribusi Hasil Tani
Bagi warga Desa Kumbang Jaya dan sekitarnya, jembatan ini menjadi harapan baru untuk mendapatkan akses yang lebih mudah dan aman. Mobilitas menuju tempat bekerja, mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, serta kegiatan sosial ekonomi antarwilayah diharapkan semakin lancar.
“Kami sangat bersyukur melihat pembangunan jembatan ini sudah hampir selesai. Dari awal sampai sekarang masyarakat ikut melihat dan membantu proses pembangunannya. Kami berharap setelah selesai nanti jembatan ini benar-benar dapat memberikan manfaat besar bagi warga,” ungkap salah seorang warga yang turut bergotong royong.
Target Penyelesaian: Pemeriksaan Kelayakan Sebelum Diresmikan
Dengan progres yang telah menembus 97 persen, personel Satgas bersama tim las dan masyarakat masih terus melakukan pekerjaan penyempurnaan. Setelah seluruh proses dinyatakan rampung, jembatan akan melalui pemeriksaan kelayakan sebelum akhirnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Suasana keakraban mewarnai proses pengecatan yang berlangsung. Personel Satgas, tim las, dan warga saling berkoordinasi serta membantu satu sama lain agar hasil pekerjaan maksimal. Pembangunan infrastruktur ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam mempercepat pembangunan di daerah.