ACEH — Produksi massal sel baterai solid-state akhirnya menjadi kenyataan, bukan sekadar wacana. ProLogium mengumumkan lini perakitan Taoke di Taoyuan, Taiwan, telah mulai memproduksi sel pouch large-format generasi 3.5 berkapasitas 185,4 ampere-hour. Sel baterai anyar ini menjadi tulang punggung pengembangan mobil listrik jarak jauh dengan waktu pengisian lebih singkat.
Klaim tersebut bukan tanpa bukti. Sertifikasi dari TÜV Jerman menyebut sel LCB anyar ini memiliki kepadatan energi gravimetrik 381 watt-jam per kilogram (Wh/kg) dan kepadatan energi volumetrik 903 watt-jam per liter.
Kepadatan Energi 30 Persen Lebih Tinggi dari Baterai NMC
Angka 381 Wh/kg menempatkan sel ProLogium di atas baterai lithium-ion arus utama. Baterai NMC yang menggerakkan sebagian besar mobil listrik di Amerika Serikat saat ini biasanya memuncak di kisaran 300 Wh/kg. Adapun baterai LFP yang lebih murah dan semakin populer, hanya menawarkan kepadatan energi antara 150 hingga 200 Wh/kg.
Artinya, dengan bobot yang sama, baterai solid-state ProLogium mampu menyimpan energi jauh lebih besar. Implikasinya bagi konsumen: jarak tempuh kendaraan listrik bisa meningkat signifikan tanpa menambah bobot mobil.
Lolos Uji Standar Baru China untuk Sel Solid-State Murni
UL Solutions, lembaga sertifikasi keamanan global, telah menguji sel large-format ProLogium menggunakan metodologi GB/T 43568-2026 dari China. Standar yang baru diperkenalkan Juli lalu ini dirancang untuk membedakan sel solid-state murni dari unit yang masih memakai elektrolit cair sebagian.
Dalam pengujian, sel ditempatkan dalam ruang vakum selama enam jam pada suhu konstan 120 derajat Celsius. Hasilnya, penurunan berat tercatat kurang dari 0,05 persen—jauh di bawah ambang batas maksimal 0,5 persen untuk dapat dilabeli sebagai baterai all-solid-state.
Teknologi Komposit dan Ketahanan Ekstrem
Sel Gen 3.5 memakai kombinasi elektrolit padat komposit dan separator keramik. ProLogium juga menyematkan struktur edge-frame khusus yang menciptakan separator tambahan di sekeliling perimeter elektroda. Fungsinya mengisolasi potensi duri (burrs) sambil memberikan penyegelan dan isolasi.
ProLogium mengklaim sel Gen 3 sebelumnya mampu mengisi daya dari 5 persen hingga 80 persen hanya dalam delapan setengah menit. Baterai ini juga disebut tidak akan terbakar jika ditembak peluru, tahan panas hingga 170 derajat Celsius, dan aman saat diisi berlebih hingga dua kali tegangan nominal.
Kapasitas Awal 0,5 GWh, Pabrik Perancis Menyusul
Kapasitas produksi awal fasilitas Taoyuan untuk sel Gen 3.5 adalah 0,5 gigawatt-jam (GWh). Jumlah tersebut setara dengan sekitar 6.000 paket baterai mobil listrik berkapasitas 80 kWh masing-masing. Memang masih kecil dibanding pabrik baterai lithium-ion tradisional, tapi ProLogium punya rencana ekspansi besar.
Fasilitas Taiwan ditargetkan berlipat ganda kapasitasnya pada 2030. Selain itu, pabrik kedua di Dunkirk, Perancis, dirancang dengan output tahunan awal 4 GWh dan kapasitas maksimum hingga 44 GWh. Pabrik Perancis dijadwalkan beroperasi pada 2028 dengan produksi meningkat hingga 2030.
Gen 4: Upgrade 10 Persen Peralatan Saja
ProLogium juga mengonfirmasi pengembangan sel Gen 4 yang "sudah di depan mata". Generasi berikutnya ini memakai sistem elektrolit superfluidized anorganik penuh, menjanjikan waktu pengisian lebih cepat dan performa suhu rendah lebih baik.
Kabar baiknya, pabrik yang membangun sel Gen 3.5 hanya perlu meningkatkan 10 persen peralatan lini untuk mulai merakit sel Gen 4. Artinya, biaya transisi teknologi tetap terkendali dan adopsi bisa lebih cepat. Dengan dukungan Mercedes-Benz, langkah ProLogium ini bisa mempercepat era mobil listrik solid-state yang lebih aman dan efisien.