ACEH — Brasil akan membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan laga berat melawan Maroko di New York New Jersey Stadium, Sabtu (14/6). Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang masuk dalam 10 besar peringkat FIFA dan menjadi salah satu partai paling dinanti di fase grup.
Kiper Liverpool, Alisson, membandingkan beban yang dipikul Ancelotti dengan jabatan presiden Brasil. "Posisinya mungkin memiliki tekanan lebih besar dari presiden negara," ujarnya pekan ini.
Tekanan 24 Tahun Tanpa Gelar
Brasil belum pernah menembus perempat final sejak 2002, saat Ronaldo, Ronaldinho, dan Rivaldo mengantarkan gelar kelima. Kini, periode paceklik itu menjadi yang terpanjang dalam sejarah — menyamai jeda 24 tahun sebelum kemenangan di Piala Dunia 1994.
Mantan bek Marcio Santos, dalam dokumenter Netflix USA 94: Brazil's Return to Glory, menggambarkan situasi serupa. "24 tahun tanpa menang itu terlalu lama bagi rakyat Brasil," katanya. Kala itu, Romário dan Bebeto menjadi penyelamat.
Neymar Absen, Endrick Jadi Andalan Baru
Ancelotti harus merombak lini depan setelah Neymar mengalami cedera betis beberapa hari pasca dipanggil. Penyerang Al-Hilal itu menjadi satu-satunya pemain yang tersisa dari skuad yang dihancurkan Jerman 7-1 di semifinal 2014 — meski ia menonton dari pinggir lapangan karena cedera sebelumnya.
Remaja 19 tahun, Endrick, bersaing dengan Igor Thiago (Brentford) untuk mengisi pos ujung tombak. Duet Vinícius Júnior dan Raphinha di sayap diharapkan menjadi motor serangan, sementara Casemiro yang kembali ke performa terbaiknya akan beroperasi sebagai gelandang jangkar bersama Bruno Guimarães.
Lini Belakang Kokoh, Bek Sayap Jadi Celah
Kapten Marquinhos dan Gabriel Magalhães — yang baru saja gagal mengeksekusi penalti krusial di final Liga Champions — menjadi fondasi pertahanan. Namun, pos bek sayap yang dulu diisi legenda seperti Cafu dan Roberto Carlos kini bergantung pada pemain di atas 30 tahun: Douglas Santos, Danilo, dan Alex Sandro.
Brasil tidak terkalahkan di fase grup sejak 1978, saat hasil imbang kontra Swedia dan Austria membuat mereka lolos sebagai runner-up. Ancelotti diprediksi tidak akan setakut itu, meski hasil imbang melawan Maroko bukan bencana mengingat masih ada Haiti dan Skotlandia.
Pertaruhan Grup L: Bentrok dengan Inggris di Perempat Final?
Jika Brasil lolos sebagai juara grup, mereka berpotensi bertemu Inggris di perempat final. Pertandingan pembuka melawan Maroko — tim Afrika pertama yang mencapai semifinal — akan menjadi ujian awal apakah tim Samba benar-benar siap bersaing.
Ribuan suporter kedua negara telah memadati New York. Polisi menyiapkan operasi keamanan besar-besaran yang direncanakan selama 12 bulan, mengingat Knicks juga akan bertanding di NBA Finals pada waktu bersamaan.