Pencarian

Wamenhaj Dahnil Anzar Sambut Kloter Terakhir Haji Aceh di Banda Aceh, Tekankan Kemabruran sebagai Oleh-Oleh Paling Berharga

Rabu, 01 Juli 2026 • 11:27:01 WIB
Wamenhaj Dahnil Anzar Sambut Kloter Terakhir Haji Aceh di Banda Aceh, Tekankan Kemabruran sebagai Oleh-Oleh Paling Berharga
Wamenhaj Dahnil Anzar menyambut kloter terakhir jemaah haji Aceh di Banda Aceh dengan pesan kemabruran sebagai buah tangan utama.

BANDA ACEH — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa kemabruran menjadi buah tangan paling bernilai yang harus dibawa pulang jemaah haji, bukan sekadar kurma atau air zamzam. Pesan itu disampaikannya saat menyambut kedatangan kloter terakhir jemaah haji asal Provinsi Aceh di Banda Aceh, Selasa (30/6/2026).

Oleh-Oleh yang Tak Pernah Luntur

Menurut Dahnil, haji yang mabrur harus tercermin dalam perubahan akhlak sehari-hari. Bukan sekadar ritual tahunan yang selesai begitu pulang ke tanah air.

"Oleh-oleh terbaik dari Tanah Suci bukanlah air zamzam, kurma, sajadah, ataupun cendera mata," ujarnya. "Tetapi kemabruran yang tercermin melalui akhlak yang semakin baik, istiqamah dalam beribadah, serta meningkatnya kepedulian kepada sesama."

Evaluasi Layanan Sepanjang Perjalanan Ibadah

Dalam kesempatan yang sama, Wamenhaj berdialog langsung dengan para jemaah. Ia menanyakan pengalaman mereka selama menjalankan ibadah di Arab Saudi, mulai dari pelayanan di Madinah, Makkah, hingga proses kepulangan ke Indonesia.

Dahnil juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Seluruh masukan dari jemaah, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya.

Suasana penyambutan berlangsung hangat. Saat Dahnil menanyakan kualitas konsumsi selama di Tanah Suci, para jemaah serempak menjawab "mantap." Jawaban itu disambut candaan Wamenhaj yang mengundang tawa.

Doa untuk Haji yang Membawa Berkah

Wamenhaj mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh ibadah jemaah dan menjadikannya haji mabrur serta hajjah mabrurah. Ia berharap mereka senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kesempatan untuk kembali mengunjungi Tanah Suci menunaikan ibadah umrah.

Ibadah haji, tegas Dahnil, seharusnya menjadi titik awal lahirnya pribadi yang lebih baik dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Bukan sekadar gelar atau oleh-oleh fisik yang mudah basi.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks