BANDA ACEH — Sebanyak 1.000 warga Montasik, Aceh Besar, dijadwalkan menerima layanan kesehatan gigi dan mulut gratis dalam Aksi Kaninus ke-16 yang digelar FKG USK. Kegiatan dua hari ini tidak hanya menawarkan tindakan kuratif, tetapi juga edukasi massal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan gigi secara mandiri.
Ketua Pelaksana Aksi Kaninus ke-16, Abdi Reda Wira Pratama, menyebut kegiatan ini menjadi wadah mahasiswa mengimplementasikan ilmu sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan, Aksi Kaninus tidak berorientasi pada pengobatan semata, melainkan juga menekankan edukasi agar masyarakat mampu merawat kesehatan gigi dan mulut secara mandiri.
"Harapannya, melalui Aksi Kaninus 16, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan gigi secara gratis, tetapi juga memperoleh edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat terus meningkat secara berkelanjutan," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.
Layanan Medis Dipusatkan di SMAN 1 Montasik
Seluruh tindakan medis dilaksanakan oleh mahasiswa FKG USK di bawah pendampingan dan pengawasan ketat dokter gigi. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan scaling, penambalan gigi, serta pencabutan gigi bagi anak-anak maupun dewasa.
Kegiatan Pendukung di Lapangan Lampoh Kawat
Berbagai program promotif dan preventif berlangsung di Lapangan Lampoh Kawat. Kegiatan tersebut meliputi Dental Health Education dan Sikat Gigi Massal (DHE-SGM), Medical Check Up (MCU), edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
"Kegiatan juga dilengkapi dengan Home Visit, bazar murah, pojok kuliner, serta berbagai perlombaan edukatif yang diperuntukkan bagi masyarakat dan pelajar," ujarnya.
Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, FKG USK berharap Aksi Kaninus ke-16 memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan gigi. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata peran mahasiswa dan perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.