ACEH — GMKtec kembali meramaikan pasar mini PC dengan NucBox K17, sebuah perangkat yang mengusung prosesor Intel Core Ultra 5 226V terbaru. Dengan harga mulai dari $559,99 (sekitar Rp 9,2 juta) untuk varian 16GB/512GB dan $619,99 (sekitar Rp 10,2 juta) untuk 16GB/1TB, mesin ini menyasar pengguna yang membutuhkan performa andal untuk tugas sehari-hari tanpa menguras kantong.
Performa Sehari-hari: Cepat dan Responsif
Dalam pengujian, K17 menunjukkan performa yang impresif untuk aktivitas kantoran. Skor Windows Experience Index mencapai 8,7, salah satu yang tertinggi untuk kategori mini PC. Aplikasi Microsoft Office, browsing dengan banyak tab, dan multitasking ringan terasa mulus tanpa hambatan berarti.
Performa ini didukung oleh SSD PCIe 4.0 1TB dengan kecepatan baca 7.045 MB/s dan tulis 6.182 MB/s berdasarkan benchmark CrystalDiskMark. Kombinasi CPU dan RAM LPDDR5X 16GB yang cepat membuat sistem terasa responsif sejak pertama kali dinyalakan.
Kelebihan: Konektivitas Masa Depan dan AI
Salah satu keunggulan utama K17 adalah port 2.5GbE yang memungkinkan transfer data cepat ke NAS atau server lokal. Saat diuji dengan Ugreen DXP4800 GT, kecepatan transfer file terasa stabil dan cepat, ideal untuk backup atau akses file besar.
Fitur AI juga menjadi nilai jual. Dengan NPU 40 TOPS dan dukungan Copilot+, K17 mampu menjalankan asisten AI dan model bahasa lokal (LLM) via LM Studio dengan kecepatan yang wajar. Untuk pengguna yang ingin bereksperimen dengan AI generatif atau otomatisasi tugas, mesin ini sudah siap pakai.
Yang tak kalah menarik adalah slot M.2 kedua yang mendukung PCIe Gen 5 x4. Ini memungkinkan upgrade penyimpanan hingga 16TB total, memberikan ruang bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas besar untuk proyek video atau data AI.
Kekurangan: RAM Terbatas dan Desain Antena Wi-Fi Bermasalah
Kelemahan paling mencolok adalah RAM 16GB yang tidak bisa di-upgrade. Saat mengedit video di Premiere Pro atau memproses katalog besar di Lightroom, performa mulai melambat. Untuk pekerjaan kreatif berat, 32GB menjadi standar minimum yang disarankan.
Masalah lain terletak pada antena Wi-Fi. Konektor antena sangat mudah terlepas saat membuka casing untuk upgrade M.2, dan hampir mustahil dipasang kembali. Jika Anda berencana menambah SSD, siapkan waktu ekstra dan kesabaran ekstra.
Selain itu, hanya ada satu port USB4 yang terletak di bagian depan. Ini berarti Anda hanya bisa memilih antara menyambungkan SSD eksternal cepat atau eGPU, tidak keduanya secara bersamaan tanpa hub tambahan.
Performa Gaming dan Kreator: Cukup untuk Ringan, Kurang untuk Berat
GPU Intel Arc 130V yang terintegrasi mampu menjalankan game seperti Indiana Jones and the Great Circle dan Hogwarts Legacy di 1080p dengan setting rendah-sedang. Namun, pecahan grafis mulai terlihat pada adegan kompleks. Untuk gaming kasual atau game lawas, K17 masih cukup mumpuni.
Di sisi kreator, aplikasi Adobe Photoshop berjalan baik untuk editan foto biasa. Namun, untuk rendering video panjang atau batch processing di Lightroom, keterbatasan RAM 16GB menjadi hambatan. Mesin ini lebih cocok untuk konten pendek di CapCut atau proyek ringan lainnya.
Kesimpulan: Untuk Siapa GMKtec NucBox K17?
GMKtec NucBox K17 adalah pilihan tepat bagi pekerja kantoran, pengguna rumahan, atau siapa pun yang membutuhkan PC kecil, hemat daya, namun bertenaga untuk tugas sehari-hari dan eksplorasi AI. Dengan harga Rp 10 jutaan, fitur seperti 2.5GbE, slot PCIe 5.0, dan NPU 40 TOPS membuatnya lebih unggul dari kebanyakan kompetitor di kelas yang sama.
Namun, jika Anda seorang editor video profesional, desainer grafis berat, atau gamer hardcore, sebaiknya cari opsi dengan RAM 32GB atau lebih. K17 bukanlah mesin untuk beban kerja kreatif berat, tetapi untuk 90% kebutuhan harian, ia adalah salah satu mini PC terbaik yang bisa Anda beli saat ini.